Dalam kunjungannya ke lokasi pada Rabu sore (25/2/2026), Bang Ajis, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi muara yang sudah di luar batas kewajaran.
"keadaan dimuara saat ini sangat kritis, dengan tumpukan sampah dan pendangkalan muara. Lautnya kelihatan hamparan sampah," ujar Bang Ajis.
Ada tempat wisata dimuara jaya. Sekarang keadannya hancur tak terpelihara. Sampah - sampah dari Kali CBL, Jakarta, Ciherang ke muara jaya.
Kendalanya banjir dari Citarum dan Ciherang, karena pendangkalan muara yang memang sudah tidak bisa dilewati perahu - perahu yang besar, perahu nelayan. Kenapa banjir disana meluap tinggi di muara jaya kering. Ada nelayan yang lewat dengan perahu dan tidak bisa tarik gas karena muaranya kering.
Warga sekitar muara yang biasa melaut untuk mencari ikan, sudah hampir 1 bulan tidak bisa melaut untuk mencari ikan. Dikarenakan adanya pencemaran sampah limbah industi dan sampah rumah tangga.
Dengan kondisi tersebut sangat, mempengaruhi kondisi warga atau nelayan yang setiap harinya mencari ikan dimuara, untuk keperluan atau kebutuhan biaya hidup setiap harinya.
Warga sekitar muara jaya mengharapkan agar diperhatikan oleh Pemerintah kabupaten Bekasi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Agar kondisi muara jaya bisa dimanfaatkan untuk tempat wisata dan muaranya bisa digunakan untuk budi daya ikan bagi nelanelayan.
Bowo

0 Komentar