Ambisi Aerotropolis Menggebu, Warga Sindir: Pemkot Lagi Mimpi Basah?
Ambisi Aerotropolis Menggebu, Warga Sindir: Pemkot Lagi Mimpi Basah?
TANGERANG – Persatuanindonews.com || Pemerintah Kota Tangerang tengah menggarap rencana besar mengubah wilayahnya menjadi aerotropolis, sebuah konsep kota yang bertumpu pada bandara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. 

Di tengah ambisi tersebut, kritik mulai bermunculan dari warga yang menilai kondisi dasar kota belum sepenuhnya tertangani.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, , menegaskan bahwa pengembangan aerotropolis harus ditopang sistem transportasi yang terintegrasi.

“Kita harus membuat pusat kegiatan agar penumpang singgah di Kota Tangerang sebelum melanjutkan ke tujuan. Manfaatnya harus luas bagi masyarakat Kota Tangerang,” ujarnya dalam paparan di Tangerang, 7 April 2026.

Ia menekankan, selama ini Kota Tangerang masih cenderung menjadi wilayah lintasan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Padahal, potensi ekonomi dari aktivitas bandara dinilai cukup besar jika mampu dikelola dengan baik.

Namun di lapangan, berbagai persoalan masih terlihat. Akses menuju bandara belum merata, kemacetan di jalur utama kerap terjadi, dan konektivitas antar moda transportasi belum optimal. 

Selain itu, kawasan di sekitar bandara juga dinilai berkembang tanpa perencanaan yang matang.

Risal menambahkan, pengembangan aerotropolis membutuhkan integrasi menyeluruh.

“Integrasi ini mencakup fisik, layanan, hingga sistem pembayaran tarif antarmoda yang terpadu,” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi, pemerintah mendorong pengembangan kawasan berbasis transit yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi, sekaligus menghadirkan pusat kegiatan ekonomi seperti UMKM dan kawasan bisnis di sekitar bandara.

Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menyebut potensi ekonomi dari keberadaan bandara sangat besar, namun kontribusinya terhadap daerah masih belum optimal.

“Bandara tidak bisa berdiri sendiri, ia butuh kota yang mendukungnya,” demikian tertulis dalam dokumen rencana.

Di sisi lain, warga menyuarakan kekhawatiran. Mereka menilai rencana besar tersebut belum sejalan dengan kondisi infrastruktur dasar yang masih bermasalah.

“Kalau jalan di lingkungan saja masih banyak yang rusak, banjir juga belum selesai tiap musim hujan, sekarang bicara aerotropolis. Ini seperti mimpi basah saja,” ujar Heru Abdillah seorang aktifis sekaligus penggiat sosial yang sengaja menghadiri kegiatan tersebut kendati tidak mendapatkan undangan secara resmi.

Heru berharap pemerintah lebih memprioritaskan kebutuhan mendasar.

“Perbaiki dulu jalan, atasi banjir. Itu yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, rencana pengembangan aerotropolis di Kota Tangerang menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan berjalan seimbang antara ambisi besar dan kebutuhan nyata warga.

RED